Kenapa harus property Syariah ? – Part 2

Melanjutkan persoalan terhadap kenapa harus Property Syariah.

  1. Ciri Khas Property Syariah

Berbeda dengan property konvensional, Anda bisa mengenali konsep property syariah dari beberapa ciri khasnya, antara lain:

a. Menekankan Pada Kepemilikan

Maksudnya adalah, Anda sebagai pemilik rumah seutuhnya. Jadi berfokus pada membeli, bukan menyewa. Dalam property syariah, konsumen bisa langsung membeli rumah pada pihak developer tanpa pihak ketiga (bank). Dalam Muslim-Property, developer tidak bekerja sama dengan pihak bank untuk terlibat dalam pembangunan proyek baik dalam hal pembiayaan pembangunan proyek ataupun kredit pemilikan rumah (KPR) dengan konsumen.

b. Skema Property Syariah Yang Diterapkan

Dalam property syariah, biasanya developer menggunakan akad isthisna’ atau indent. Dikutip dari OJK, istishna adalah akad jual beli dalam bentuk pemesanan pembuatan barang tertentu dengan kriteria dan persyaratan tertentu yang disepakati antara pemesan dan penjual.

Saat menginginkan rumah di perumahan syariah, Anda perlu memesannya terlebih dahulu dan membayarnya dengan tunai atau cicilan. Saat melakukan kesepakatan di awal akad, pihak developer akan menunjukkan harga perumahan syariah yang sifatnya tetap, atau nilainya tidak akan berubah.

c. Tidak Ada Penambahan atau Pengurangan dalam Jual-Beli

Property syariah yang Anda beli, atau cicil akan seharga yang sama dengan apa yang disetujui. Tanpa ‘biaya tersembunyi’ atau pun yang tambahan. Terlebih pada cicil, property syariah biasanya dapat sangat disesuaikan dengan kemampuan calon pembeli.

Tip Rumah

Developer property syariah biasanya mempunyai sistem tersendiri untuk mengecek kemampuan pembeli

  • Keuntungan dan kekurangan Property Syariah

Dari ciri khas di atas, kita dapat menarik sejumlah keuntungan dan kekurangan dari Property Syariah. Mengutip Liputan6 dan Kompas Apa saja? Berikut ulasannya.

NO. KEUNTUNGAN PROPERTY SYARIAH KEKURANGAN PROPERTY SYARIAH
1 Jumlah Cicilan Tetap Besar cicilan tidak akan turun meski suku bunga BI turun
2 Akad yang digunakan adalah akad istishna’ atau pesan bangun Tenor maksimal hanya 15 Tahun
3 Tanpa BI Checking yang sering menyusahkan pekerja informal dalam mengajukan permohonan KPR di Bank Tidak ada asuransi yang menanggung kondisi rumah (apabila terjadi apa-apa)
4 Tidak memandang status seseorang (seluruh pekerjaan dan usia), semua orang bisa membeli atau menyicil Biaya perawatan lebih besar
5 Pembangunan dan Serah terima hanya 6-12 Bulan Lokasi rumah yang kadang lebih jauh dari property konvensional


Bagikan berita ini

Tulis komentar anda

avatar
  Subscribe  
Notify of
Scroll to top